Tips Menggunakan Social Media Untuk Penulis

social media measurement 300x198 Tips  Menggunakan Social Media Untuk Penulis Penasaran sama kesuksesan penulis-penulis di beberapa Negara? Mau tahu tips dan trik dari mereka? Enam pengarang dan penulis berbagi metode dan saran terkait dengan penggunaan social media untuk menunjang keberhasilan di industri penulisan. So, silahkan disimak dan dipelajari kendati Anda sudah menggunakan social media secara professional..

Gunakan Jejaring Sosial Raksasa
Mungkin Anda merasa kesulitan saat harus menentukan platform social media mana yang akan digunakan dan yang akan menjadi fokus Anda nantinya. Jadi sebaiknya pikirkan matang-matang apa yang Anda harapkan. Jika Anda mau dikenal sebagai seorang penulis memang masuk akal jika Anda menggunakan jejaring yang memiliki pengguna paling banyak untuk menggaungkan eksistensi Anda. Selain Twitter dan Facebook, Tumblr dan Google+ kini juga kian ternama di kalangan penulis.

Susan Orlean, jurnalis New Yorker dan pengarang The Orchid Thief melihat masing-masing platform dalam sudut pandang yang berbeda-beda. “Twitter seperti pesta cocktail yang bising dengan banyak perbincangan dan interaksi yang cepat dengan karakter yang santai. Sementara Facebook merupakan kombinasi dari reuni SMA dan kampus,” jelas Susan.

Berinteraksi
Bagian dari kesuksesan menggunakan social media yang mudah terlupakan adalah menjadi sosial. Membuat link ke sesuatu yang Anda suka dan menambahkan komentar merupakan hal penting untuk berinteraksi dengan follower. Para penulis pasti ingin menambah follower dan menjaga jumlah orang yang tertarik dengan karya Anda agar tetap stabil. John T. Edge seorang food writer dan kolumnis untuk The New York Times serta penyusun Truck Food menggila dengan Twitter terutama saat pelesir. “Saya menggunakan Twitterlayaknya diary untu menulis apa yang saya lihat, music yang saya dengar dan makanan yang saya makan,” ujarnya.

Sedangkan untuk Facebook, penyusun Time of My Life dan The Song Remains the Same, Allison Winn Scotch mengatakan, “Saya rasa pengguna Facebook akan merasa terganggu jika kita memposting banyak status updates, jadi rasanya bijaksana jika kita realistis memposting setidaknya satu status setiap hari.”

Minimalisir Self-Promotion
Kurangi keinginan untuk mempromosikan setiap kata yang Anda tulis. Pasalnya, followers Anda tidak harus diingati setiap saat tentang kehebatan Anda di dunia tulis menulis. “Pembaca lebih memilih untuk melihat siapa Anda sebenarnya dan mengetahui perilaku Anda. Jika mereka suka terhadap yang mereka baca, maka mereka akan sering menanyakan tentang buku yang Anda buat,” jelas Winn Scotch. Untuk meminimalisir self promotion serta mencegah Anda menjadi pengiklan yang buruk, fokus pada topik-topik tertentu.

Pertimbangkan Privacy dan Tingkat Kenyamanan
Anda mungkin tertarik untuk bergabung dengan komunitas virtual global untuk berbagu informasi dan pandangan dengan orang lain, namun fokuslah pada hal yang membuat Anda nyaman di ruang publik. Anda harus mau menyimak lagi apa yang akan Anda tweet untuk memahami yang akan Anda bicarakan. Tanyakan sekali lagi ke diri Anda sendiri apakah Anda merasa nyaman dengan gambar yang akan Anda tweet? Jika tidak, segera buat penyesuaian.

Jangan Terlalu Gembira
Hindari ekspresi yang terlalu ekstrim saat ingin menggambarkan kegembiraan. “Anda tidak harus selalu mentweet  sinar mentari atau keindahan pelangi. Tapi jika Anda selalu mengeluh atau bahkan bertindak layaknya ratu drama, orang pasti tidak akan mem-follow Anda,” jelas Hindley. Hal ini sebaiknya Anda camkan dalam benak.

Buat Koneksi Yang Bermutu
Gunakan semua kemungkinan di jejaring sosial untuk kepentingan Anda. Bersenang-senang dan berinteraksilah dengan pengarang lain yang Anda kagumi. Perbanyak wawasan dengan memfollow penulis-penulis yang mempunyai spesialisasi berbeda. Namun sekali lagi, tentukan dan fokus lah pada orang-orang yang akan Anda follow. Sebab, terlalu banyak memfollow akan membuat timeline menjadi kacau.

Pertimbangkan Penampilan
Pastikan Anda memperindah penampilan akun social media Anda untuk menarik minat followers atau fans. Selain melakukan postingan secara regular, rutin mengupdate profile picture di Facebook (setidaknya setiap enam bulan sekali), merubah gambar latar Twitter atau bahkan mempertimbangkan untuk mengganti tema Tumblr dengan premium Tumblr theme bisa membuat followers dan fans Anda tahu bahwa akun yang mereka follow termasuk aktif di social media.

Jangan Terobsesi Dengan Jumlah Followers
Terobsesi dengan banyaknya orang yang follow akun Twitter Anda? Mengidamkan jumlah fans membludak di jejaring sosial? Tenang, usah terlalu merisaukan hal tersebut. “Hindari obsesi yang berlebihan terkait jumlah followers. Tetap original, terus berinteraksi maka orang-orang akan mendengar dan memperhatikan tweet Anda,” tutup Susan Orlean.

Peoplemeetme.com 😉

Comments are closed.